Bungkus 2016!

Judul post ini harusnya “2016 wrap up”,  tapi kalo dibahasakan jadinya bungkus 2016 kan ya..

hahahaha

hahaha

haha

ha

h

(iya deh dit)

Ehm… seperti yang kita tahu 2016 baru saja berlalu, dan karena saya adalah bagian dari netijen millenials yang penuh dengan pencitraan di sosyel medya dan internet, maka tidak pas rasanya kalau saya tidak membuat post tentang pencapaian dan kegagalan saya di tahun 2016.

2016 bukan tahun yang baik untuk saya

Banyak hal yang telah saya lalui di tahun 2016 ini,  tapi kalo boleh jujur…. ini bukan tahun yang baik untuk saya. Banyak sekali “roller coaster ride” baik secara fisik maupun mental yang saya lalui di tahun 2016. Walaupun begitu, bolehlah saya bercerita karena tidak semuanya buruk, banyak hal baik yang telah menjadikan saya pribadi yang lebih baik juga. Mari kita mulai membuat daftarnya.

Tentang saya pribadi

Jujur saya memulai tahun 2016 dengan sangat tidak baik. Pada akhir 2015,  saya telah lulus dan wisuda sebagai sarjana, namun saya gagal untuk masuk ke sebuah perusahaan yang saya impikan selama ini. Setelah itu pun, saya sadar kalau ternyata cari kerjaan itu susah banget yaaa (halo, kemana aja dit?). Oleh karena itu saya memasuki tahun 2016 dengan banyak kekecewaan dan kemarahan, saya pun menyadari itu bukanlah hal yang baik karena saya kemudian tidak dapat berpikir jernih baik untuk urusan pribadi maupun pekerjaan.

Maka saya pun memutuskan untuk bergabung dengan Subud. Atau… pada saat itu, paling tidak itulah motivasi saya karena ternyata filsuf modern macem buku “Secret” dan olah raga relaksasi seperti yoga tidak bisa menenangkan hati dan pikiran. Bergabung dengan subud, saya pun kemudian mulai mengerti apa yang salah dengan saya, dan kemudian saya menemukan keseimbangan hidup saya kembali, dan saya merasakan hidup saya mulai terarah kembali. Mungkin adalah petunjuk dari Tuhan setelah saya bisa berbakti kepadanya melalui latihan kejiwaan Subud.

wait… kejiwaan? what?

Ok…. kalo kalian bingung silakan cari info sendiri tentang subud di websitenya ya… saya tidak berani bercerita, takut salah kaprah hehehe

Di tahun 2016 ini pun saya menemukan seorang perempuan yang…. mungkin bisa dibilang crush. Saya belum tahu apakah hubungan kami akan jadi lebih dari seorang teman, tapi keberadaan dia yang memberi saya semangat bekerja dan merasa punya tujuan untuk bangun setiap hari rasanya sudah sangat cukup.

Tentang teman-teman saya

Dengan berjalannya waktu tentu teman pun akan datang dan pergi. Begitu pula dengan saya, atau… lebih tepatnya saya yang harus pergi. Pekerjaan saya sebelumnya mengharuskan saya untuk online 10 jam setiap harinya karena tim di perusahaan kami berada di kota/negara lain. Setelah resign saya memutuskan untuk fokus di perusahaan saya sendiri, yang berati saya harus kembali ke kota asal saya. Meninggalkan teman-teman baik saya di Jakarta, dan fokus pada pekerjaan. Sedih, tapi menghadapi dunia dewasa memang harus kuat sendiri…

Walau begitu saya pun menjalin hubungan kembali dengan teman-teman SMP dan SMA saya di kota asal. Ternyata banyak hal-hal yang saya lewatkan karena telah berkuliah di Jakarta dan di Cina. Yah… mereka lah penghiburan saya saat ini.

Tentang pekerjaan saya

…. sigh, ini adalah kepahitan terbesar saya di tahun 2016. Saya sempat bekerja di sebuah start up teknologi Singapur. Hi boss, if you read this… don’t get me wrong. I owe you so much to teach me many things and expose me with startup life and how it feels to work from home/remotely. Unfortunately, it seems that startup life does not suit me well. I think I like firm & systematic life in big corporation because everything tend to be in order. While on startup, everything is changing like…. every second. LMAO. Call me weak, but I was not able to keep up with the work at that time.

Kemudian juga perusahaan keluarga yang sebenernya bikin gemes karena ada kesalahan manajemen, dan… saya pun harus memperbaikinya. Kalo boleh jujur, saya pun bingung memperbaikinya gimana. Karena yang saya lakukan hanyalah melakukan apa yang bisa saya lakukan. Dengan modal S1 di manajemen bisnis dan “Mama tau kamu bisa” mungkin kata-kata paling encouraging dari ibu saya padahal saya tetap clueless HAHAHAHA.

Tentang pencapaian saya

Jujur saya tidak pernah mengatur target yang harus saya capai setiap tahunnya. Apa iya bakal tercapai, atau saya akan terjebak dalam bullshit  “new year, new me, new target” yang kebanyakan tidak akan tercapai pada akhir tahun. Pun begitu beberapa hal yang bisa saya petik dari perjalanan saya selama 1 tahun kemarin.

  • Ternyata usaha keras saja tidak cukup, tangan Tuhan banyak bekerja di kehidupan kita. Saya bersyukur telah menemukan jalan saya untuk lebih dekat kepada Tuhan.
  • Tenggelam dalam kekecewaan dan kemarahan tidak akan membawa saya  kemanapun.
  • Turunkan ekspektasi dan perbanyak usaha.
  • Yang namanya punya bisnis dan berwirausaha, tidak ada panduan untuk menjalaninya. Once you’re in, you’re in. No turning back. Just do what you can, and do it best!
  • Kebahagiaan tidak bisa dinilai dari materi, dan banyak kemewahan yang saya peroleh semasa sekolah dan kuliah. Saya pun belajar mencari kebahagiaan kecil seperti teman-teman saya, juga hiburan yang bisa didapat dengan harga murah atau bahkan gratis. Bahkan saya menyadari ketenangan jiwa bisa didapatkan sesederhana dengan meminum teh di teras rumah pada pagi hari.
  • Fokus. Saya menentukan kompetensi yang paling saya bisa, proyek yang ingin saya selesaikan paling awal.

Dengan membaca cerita saya hidup saya yang cukup acak-acakan di 1 tahun terakhir ini, saya pun ingin bercerita tentang kendala saya memasuki dunia kerja, juga mengapa saya merasa berhutang banyak pada teman-teman saya di Jakarta. Mungkin nanti pada post yang lain…

2 Replies to “Bungkus 2016!”

  1. I fear the day you have a new year resolution of “KIRIMIN LEBIH BANYAK SHITPOST DI FBM!!!! 1!!!!!”

    1. Because you are so spesyel tu meeeeh

Leave a Reply