Selalu ada Kali Pertama Untuk: Naik ke Gunung Merapi

Setelah semangat #AditRajinNgeblog2017 terhambat oleh situasi hidup dan kejiwaan saya yang kurang stabil akhirnya saya sempat berhenti blogging daripada nanti isinya keluhan betapa nggak enak hidup saya ini. Sampai pada hari ini, akhirnya otak saya mulai ada percikan ide lagi buat ditulis ke dalam blog.

Ceritanya pas bulan Februari kemarin saya dan beberapa teman pergi ke Gunung Merapi untuk mencoba Lava Tour. Saya yang saat itu belum benar-benar “pulih” langsung mengiyakan ajakan teman saya karena saya berpikir mungkin saja obat saya untuk bisa kembali merasa senang adalah dengan refreshing, jalan-jalan, dan bisa tertawa lepas dengan teman-teman saya.

Pada akhirnya diputuskan kami pergi pada tanggal 25 Februari. Karena pada hari itu kami juga ada perlu di Kota Jogja, jadi seklian saja urusan selesai kami bisa langsung naik ke villa kami di Kaliurang (kaki gununng merapi). All seems perfect right? Sampai pada akhirnya….

H-1, satu teman saya, Astrid, mengabarkan tidak bisa ikut karena jadwal ujian dia diganti pada tanggal 25. Ya eek, kuliah macem apa ujian hari minggu? Dasar mahasiswa kedokteran.

Hhh okay…

Beberapa jam sebelum berangkat juga…  Helen dan pacarnya tidak jadi ikut karena ada keluarga Helen yang meninggal. I was also okay with that because I don’t have control of someone’s life. Tapi kemudian, dianya riwil karena pengen ikut tapi ga boleh pergi sendiri dan pacarnya di rumah udah mager terus akhirnya berantem dan nangis.

….

…..

…….

I’m sorry but, I have shitty life in the past few weeks. Jadi ya saya waktu itu tidak peduli dengan drama yang dia alami (baca: langsung tutup telpon pas dia mulai nangis).

*menghela nafas panjang*

Akhirnya kami pun melanjutkan perjalanan kami, tentunya dengan menambahkan 2 orang tambahan biar bayarnya ga kemahalan tetep seru. Adalah Daniar  teman SMP-SMA saya yang walau gak deket-deket amat tapi untungnya kita tetep seru, dan Arga, temennya si diki yang paling bisa diajak ketika emergency.

Naik ke  atas pun sebenarnya bisa dibilang tidak terlalu menyenangkan. Karena setelah semua yang terjadi, cuaca malam itu adalah HUJAN DERAS. Niat kami untuk jalan-jalan malam di Kaliurang langsung berubah jadi mager dan ngobrol-ngobrol aja di villa sambal main Uno Stacko. Sampai akhirnya perut kami bunyi-bunyi dan memutuskan untuk makan malam… walau sudah jam 10 lebih.

Gendut loh Dit.

Masih nostalgia dengan kenangan masa kecil saya, saya berpikir untuk mencari mie rebus, dan menikmati malam sambal makan jadah & tempe bacem. Tapi… ternyata Kaliurang di kala malam itu HENING, nggak ada kehidupan, dan gelap. Kurang paham apa yang terjadi dengan desa wisata ini, tapi hasil sepik dan nguping memang kehidupan di Kaliurang sudah tidak seramai dulu sebelum erupsi besar tahun 2010.

Setelah bergosip semalaman dan membicarakan betapa Jahiliyah kami ketika SMA, akhirnya hari yang ditunggu pun tiba. Pagi, sekitar jam 4, jeep kami datang menjemput. Sebuah Range Rover warna putih. Nampaknya si sopir agak bingung dan langsung nyeletuk, “loh berlima aja mas?” dengan terkekeh saya hanya menjawab, “iya yang lain PHP sih pak hehehe.”

Off we go to Merapi.

FYI, perjalanan yang kami ambil adalah Lava Tour paket sun  rise. Jadi tujuan pertama kami adalah menuju Bunker Kaliadem dimana kami bisa melihat matahari terbit di atas kota Yogyakarta dari atas gunung. Tapi sebelum matahari terbit, pemandangan lampu Kota Yogyakarta juga sangat Indah dilihat dari atas.

Sampai akhirnya matahari terbit juga!

Sebenarnya situasi merapi sekarang agak luput dari imajinasi saya. Saya pikir masih banyak pasir atau sisa lahar dingin di lokasi yang dulu dilewati wedhus gembel. Tapi saya lupa kalau erupsi besar merapi sudah 10 tahun yang lalu, sekarang bekas lahar dingin pun sudah banyak ditumbuh vegetasi.

Tapi tentu yang namanya Lava Tour, pasti harus dikasih lihat dong apa yang tersisa dari lava yang menyambar Kaliadem dan sekitarnya di tahun 2010 lalu. Penduduk pun sudah mengumpulkan sisa-sisa dari erupsi dan mengumpulkannya ke dalam beberapa rumah. Nah yang dilewatkan oleh supir kami adalah rumah seorang kepala desa.

Dan… benda-benda yang hancur, leleh, dan juga foto-foto ketika erupsi semuanya lengkap ditampilkan di siini.

Some of what remains after the eruption in 2010 . . . . . . . . . #merapi #lavatour #explore #jogja #holiday #trip #mountain #volcano

A post shared by Aditya P Vijaya ꦲꦢꦶꦠꦾ​ꦮꦶꦗꦪ (@yaadit) on

perabotan yang terkena wedhus gembel

 

waktu ketika lahar dingin menyambar dan menghetikan jam ini

Salah satu yang menurut saya enggak penting dari tour ini adalah Batu Alien. Karena nggak ada mirip-miripnya sama muka alien… hadeh… orang mah kalo mau bikin tempat wisata apa juga diada-adain ya.

mana yang mirip muka alien?

Tapi ternyata di sekeliling batu alien ini ada jurang yang katanya dulu tempat lewatnya lahar ketika gunung merapi meletus. Guess what, ini adalah spot yang bagus untuk foto-foto.

Untuk mengakhiri lava tour ini sopirnya kasih kita gratisan masuk sungai. Mobilnya ya maksudnya, bukan orangnya… sumpah ini seru banget! Kalo kalian ikut Lava Tour kudu minta buat diceburin ke sungai!

Setelah basah-basahan dikit, selesai sudah Lava Tour kami. Kami kembali ke villa kami untuk mandi, nyicil tidur dikit, dan berberes. Tapi kurang afdol memang kalau sudah ke Kaliurang nggak ke Ullen Sentalu. Museum sejarah keraton Mataram Jawa yang sangat lengkap dan sangat instagram-able.

sebuah foto di ullen sentalu

And that’s wrapping up my amazing journey to Merapi. Buat kalian yang kepingin Lava Tour ke merapi, bisa hubungi Pak Dardiri di nomor 0819-1556-1964. Pak Dardiri ini 1 dari sedikit penyedia yang punya jeep gede, jadi kalau kalian pergi ber 8 atau lebih dari 5 orang daripada misah pake 2 jeep kecil kan lebih enak pake jeep gede seperti kami. Villa yang kami pakai juga dari Pak Dardiri, Kami mendapat villa 3 kamar yang masih baru, bersih, dan lengkap. Semua itu pun kami dapatkan dengan harga sangat murah, walau hanya berlima, kami hanya keluar uang 200 ribu per orang untuk Lava Tour paket sunrise dan menginap di villa selama 1 malam.

Last group photo before ending the #LavaTour . . . . . . . . . . #merapi #lavatourmerapi #explore #jogja #holiday #trip

A post shared by Aditya P Vijaya ꦲꦢꦶꦠꦾ​ꦮꦶꦗꦪ (@yaadit) on

Bonus: Photos & Videos of us slacking around

welcome to…
give oppa & noona your love
DAB!
tried to vogue
arga berpose “ngga sengaja injek eek”

Leave a Reply