Marvel Infinity Wars Movie Review: A Hell of A Ride

Kamis, 26 April 2018, baru hari kedua dari pemutaran infinity wars dan sejujurnya saya bingung mau gimana bikin review tanpa bikin spoiler. Filemnya ANCYUR – Ancur pake ‘Y’ – parah keren banget, dan maunya nyerocos tentang semua adegan dan cerita dari keseluruhan filem ini. HUHUHUHU

Oke, mungkin saya akan cerita kenapa film ini penting dan menarik posisinya di dalam keberlangsungan 10 tahun Dunia Perfilman Marvel (Marvel Cinematic Universe – iya gak sih kalo diterjemahkan gitu?).

1. Thanos

Setelah 10 tahun nontonin film marvel dan musuh utama yang sempat selewat doang nongol di GOTG pertama, akhirnya kita bisa melihat sosok Thanos ini. full body, jelas, terpampang nyata, banyak dialognya. He is the star of the show. Sebenernya saya sempat berpikir kalo ini filmnya bahkan kayanya harusnya jadi filmnya Thanos aja heuheuheu. Di film ini sudah jelas banget dia itu siapa, asalnya dari mana, tujuannya apa, dan kenapa dia butuh infinity stones.

2. Infinity Stones

Batu-batu akik antariksa sumber berbagai masalah di dalam Marvel Cinematic Universe ini akhirnya berkumpul semua di satu filem. Kalo sebelumnya batu-batuan ini cuma ketemu dalam posisi yang terpencar pencar, nah di film ini akhirnya berkumpul sudah keenamnya. Oh! di film ini juga kita akan menemukan Soul Stone, infinity stone yang belum pernah tampil di film sebelumnya. Cara menemukan soul stone ini… sungguhlah…. menggaruk hati.

3. Karakter yang humanis

10 tahun kita menonton film Marvel, dan sebagai film superhero kita sering berharap dan memang disajikan aksi dimana para pahlawan marvel kita nendang penjahat-penjahat yang mengacau di bumi, atau di planet lain. Mungkin beberapa dari kita nggak sadar kalo karakter-karakter ini nggak sembarang orang berkekuatan super yang bisanya ngehajar orang doang, tapi banyak dari mereka di sini adalah manusia. Mereka memiliki konflik kehidupan masing-masing, giamana mereka menghadapi pahit dan sulit kehidupan masing-masing. Entah itu masalah dengan identitas diri, hubungan antar karakter, keluarga, atau tentunya percintaan. Banyak scene dari film ini yang agak mengusik perasaan kita, dan kalo boleh jujur lumayan ngajakin nangis ya. Yang jelas film ini membuktikan kalo 10 tahun itu nggak kebuang percuma, dari sekian banyak film, Marvel membuktikan kalo karakternya bisa terbangun dengan baik dan memiliki sub-cerita masing-masing dalam film ini. Kalo kalian nonton GOTG2 dan sadar kalo karakter Yondu dan Rocket yang cuwawakan gitu aja punya cerita sampingan yang sedih atau dalam… di film ini bakal ketemu lebih banyak lagi.

4. Emotional Ride

JUJUR INI FILEM NGACO BANGET, bikin mood kita naik turun. Keluar bioskop kalo gak megap-megap kaya ikan keluar dari air… mungkin kamu perlu semedi dan evaluasi hidup kamu huhuuhu… Semua adegan di film ini bisa mewakili hampir semua emosi. Tentu karena ini film marvel, pasti kita bakal dapet humor-humor baik dari dialog maupun kelakuan para karakternya. Banyak trik baru juga yang ditampilkan di film ini. Ya seperti biasa si Iron Man pasti punya aja mainan baru di setiap film, tapi favorit saya adalah trik yang ditampilkan Dr. Strange. FRIGGIN AWSM. Tapi tentunya film ini nggak cuma keren dan happy-happy doang. Karena seperti yang saya bilang, film ini bakal mengajak kita sedih dan mengharu biru juga.

 

Kalo saya harus kasih skor 1-10 buat filem ini….. maka hasilnya MAMPUS/10

Meterannya rusak ya maaf, tapi ini film keren banget aku gak sanggup 🙁

Jadi kalian udah nonton belum? Cerita boleh sih pendapat kalian, tapi kalo spoiler jangan tubir di comment ya.

Leave a Reply