My Take on SM Station from SM Entertainment

Untitled-1

Lewat 6 bulan sejak proyek SM Station diluncurkan oleh SM Entertainment sebagai saluran music digital. Cukup menarik untuk membahas strategi bisnis dari SM, karena SM Station ini sendiri menghadirkan nuansa baru dari musik yang dihasilkan SM Entertainment.

Jadi apa itu SM Station? Seperti yang diungkapkan oleh Lee Soo Man, chairman dari SM Entertainment, ketika peluncuran NCT (New Culture Technology) pada awal tahun 2016 “SM akan meluncurkan lini music digital ‘SM Station’ yang akan dirilis setiap minggu, sepanjang tahun. Bentuk yang dirilis pun bervariasi dari album konvensional, mini album, hingga single album.” Adapun SM berkomitmen untuk berkolaborasi tidak hanya dengan artis dan para kreatif dari SM Entertainment, namun juga artis dan produser di luar label.

SM berkomitmen untuk berkolaborasi tidak hanya dengan artis dan para kreatif dari SM Entertainment, namun juga artis dan produser di luar label.

Menarik sekali langkah SM ini. Karena menurut “tradisi” dari perilisan musik dan album di korea adalah sebuah grup atau artis akan dipersiapkan untuk suatu “comeback” (rilis album) dan mereka akan melakukan kegiatan promosi selama periode tertentu bersama grup ataupun solo. Namun dengan adanya SM Station ini, artis dalam SM Entertainment bebas berkolaborasi dengan artis lain, baik itu masih dalam label SM maupun di luar SM.

TAEYEON-Rain-200x200@2x

Kurang dari satu bulan setelah proyek ini diumumkan. SM berhasil menggebrak dengan single “Rain” dari taeyeon. Sebuah awal yang baik, maksudnya… siapa yang tidak suka Taeyeon yang sudah terkenal dengan suara emas dan lagu-lagu balladnya. Beberapa waktu setelah rilis single ini pun sempat menduduki peringkat pertama di tangga lagu Gaon (Korea) dan peringkat ke-3 pada US Billboard.

Selanjutnya SM terus merilis musik yang variatif dari artisnya dan kolaborasi yang tidak kalah menarik. Salah satu yang menarik perhatian saya adalah ketika SM (sepertinya) sudah mulai mengerti apa itu musik EDM yang easy listening. Tidak seperti melempar dubstep yang random seperti musik yang mereka rilis di kisaran tahun 2012-2013. Hal ini telah dibuktikan dengan rilis single Amber x Luna – “Wave” yang berkolaborasi dengan DJ R3hab, keseriusan mereka juga ditunjukkan dengan pembentukan label ScreaM yang lebih fokus pada EDM. Cek juga f(x) – “All Mine” dan juga Cha Ji Yeon x LDN Noise – “My Show”. Namun saya tetap menantikan kolaborasi dengan Skrillex yang sudah digembor gembor pada saat peluncuran proyek NCT.

edm

Banyak musik yang bisa dieksplor di lini musik digital SM Entertainment ini. Mulai dari K-Pop yang generik, EDM, Jazz, Instrumental, Ballad

Buat saya, SM Station adalah kesempatan bagi artis SM untuk lebih mengeksplorasi jenis musik yang cocok untuk mereka. Banyak musik yang bisa dieksplor di lini musik digital SM Entertainment ini. Mulai dari K-Pop yang generik, EDM, Jazz, Instrumental, Ballad, dan entah apa yang akan disajikan oleh mereka kedepannya. Pun, saya kurang mengerti dalam proses kreatif dari rilis musik tersebut, apakah artis memiliki kebebasan dalam menciptakan musik atau musik yang akan mereka bawakan, ataukah tetap saja rilis tersebut adalah produk yang sudah terencana oleh SM. Jika anda tahu, boleh dibagi infonya hehehe…

Dari segi bisnis, saya rasa ini adalah salah satu strategi SM untuk memonopoli pasar musik K-Pop.  Tentu saja merilis musik setiap minggu bukanlah hal yang mudah, namun ini nampaknya mengurangi pangsa pasar kompetitor mereka. Paling tidak rilis dari SM Station ini pun bisa menggoyang tangga lagu musik korea. Dan tentunya adalah bicara profit, sekali lagi SM menemukan cara untuk (sigh) mengeruk kantong fans, karena dedicated fans dari K-Pop tidak akan download bajakan, pasti beli yang asli lengkap dengan segala tetek bengeknya hahaha.

Jadi apakah menurut kalian SM Station ini sukses, menarik, atau bagaimana? Please let me know what you think.

Leave a Reply