Kalo Titip Belanja Online

Ini adalah blogpost yang terinspirasi dari blog postnya Mbak Chika yang menceritakan gimana sih etikanya menitip barang sama yang lagi traveling, terutama titip mereka yang lagi jalan-jalan ke luar negeri. Membaca post ini saya pun langsung teringat omelan yang saya bagi dengan Mbak Klepon beberapa hari yang lalu tentang repotnya dititipin barang atau belanjaan. Dalam kasus saya sih belanja online, karena memang jarang keluar negeri dan kantong ini entah kapan cukup basah buat jalan lagi ke luar negeri heu heu heu.

Tapi dit, belanja online emang apa repotnya? Lu tinggal beberapa kali klik dan dikirim ke alamat lu.

…. Ya memang. Tapi mencari barang yang tepat seperti yang diminta itu juga lumayan repot. Tidak seperti berbelanja di toko fisik, toko online memiliki banyak marketplace yang harus telaten digali satu-satu untuk mendapat harga yang paling kompetitif. Nah kadang orang yang mikirnya semacam “halah belanja gitu doang” nggak mikir repotnya yang belanja ini.

Mungkin salah saya juga yang sering pamer di sosmed barang yang saya dapatkan seperti barang-barang dengan harga miring, kadang dapet juga barang mirip atau memang yang dipakai oleh artis (terutama artis korea hehehe). Hal ini tentu menarik perhatian orang yang gak mau repot dan maunya nyuruh-nyuruh doang juga menginginkan barang yang sama.

Sebenernya saya nggak ada masalah juga sih dititipin barang buat beli online. Tapi memang ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum kamu minta tolong beli barang melalui online marketplace pada teman.

Pahami cara kerja marketplace

Marketplace seperti Tokopedia, Bukalapak, ebay, dan banyak lagi sebenarnya memiliki cara kerja yang cukup simpel. Kuncinya kamu harus tau keyword yang perlu dicari.

Misal untuk mencari sweater Lee Min Ho di The Heirs ini. Kamu harus brainstorm keyword apa yang mungkin muncul.

Lee Min Ho di serial The Heirs

Dalam hal ini saya mencari dengan keyword:

  • Lee Min Ho
  • Sweater
  • Pria Tampan
  • Musim Gugur Musim Dingin
  • The Heirs
  • Drama Korea
  • Korea/Korean Style.

Karena saya membeli ini ketika masih kuliah di Cina menggunakan Taobao.com, maka saya harus mengetik keywordnya dalam bahasa mandarin. Ya bisa sih pake inggris tapi nanti biasanya harganya ngehe gitu, kalo bisa beli harga ratusan ribu ngapain beli harga jutaan. Ya gak?

Sweater Lee Min Ho ala ala

Hasilnya yaaa… okelah h3h3h3h3

Lakukan riset

Nggak tau kenapa teman yang datang kepada saya dan meminta tolong itu selalu titip dibelikan barang yang aneh/langka. Kadang juga yang paling absurd adalah temen chat saya minta tolong dicarikan fashion item yang dipake artis.

“Dit tolong cariin baju ini dong”

*send foto artis*

… nga….nu….?

Mbok ya kalo minta tolong tu kepo dulu. Itu artis siapa, pake baju apa, merk apa, seri apa? Kadang saya bingung juga sama yang begini, dikira saya itu macem fashion stylist para selebriti itu? Kalo sudah melihat poin pertama tadi jelas mencari barang di marketplace bakal lebih mudah daripada saya harus meraba-raba, dan memulai dari “hah siapa sih artis ini?” -_-

Saya tidak memiliki akun semua marketplace

Kadang-kadang saya mencari barang titipan teman saya dan berujung di sebuah marketplace yang benar-benar asing, atau ya saya memang tidak memiliki akun di marketplace tersebut. Dalam hal ini ya saya lempar saja link kepada yang berkepentingan supaya…. Beli sendiri. Fair enough right, I’ve help out by digging the internet to find your requested item.

Pun begini, ada teman saya yang ngomel-ngomel. Malah saya dibilang nggak niat bantuin, atau cuma setengah-setengah. Well if helping people out means I have to add extra spam or newsletter from marketplace in my email, then…. No thanks. -,,-

Lagi pula saya selalu memberi barang yang paling bagus & harga paling ketje badai. Bisa diklarifikasi pada mbak Klepon yang pernah membeli kamera Fujifilm dengan harga super miring dari hasil pencarian saya.

Save me the burden

Tolong, please banget kalo memang minta tolong itu dijelaskan dulu maunya apa, budgetnya berapa (barang dan ongkos kirimnya). Jujur saya tidak mau mengulangi pengalaman pahit ketika saya masih di Cina.

Jadi ceritanya waktu itu ada teman saya di Indo yang mengontak saya untuk dicarikan barang yang bisa dibeli secara grosir di cina untuk dijual lagi di Indonesia pada suatu event.  Karena saya adalah pure innocent angel maka saya berbaik hati mencarikan barang itu. Tapi ternyata beli barang grosir itu sangat Pe-Er ya. Saya harus mencari barangnya, mengecek persediaannya, juga memastikan kualitas barangnya, lalu mencari ekspedisi untuk mengirimnya ke Indonesia. Semuanya itu harus saya lakukan dengan chat & berbicara dalam Bahasa mandarin (yang saya sendiri masih terbata-bata).

Kemudian dari semua upaya yang saya lakukan, hasilnya berujung “wah ternyata ongkos kirimnya jadi mahal ya? Yaudah nggak usah deh aku order di Indonesia aja”

….

……

……..mmmkay

*menghela napas panjang*

Semoga saya dapat pahalanya aja sih.

Sebenernya lebih enak belanja online sendiri

Tokopedia ~~ *dengan suara Isyana*

Loh jadi emang dari awal nggak niat bantuin?

Bukannya gitu… Jadi sebenernya di setiap marketplace itu ada algoritma canggih yang bakal membantu kamu belanja. Jadi algoritma ini bakal merekam pencarian kamu dan transaksi yang pernah kamu lakukan. Jadi pada kesempatan selanjutnya kamu membuka marketplace dan berbelanja, kamu akan melihat rekomendasi di home page, sidebar, header & footer. Rekomendasi ini adalah barang yang relevan dari histori kamu sebelumnya dan membuat HAUS INGIN BELANJA LAGI.

Memang algoritma kapitalis.

Dari semua yang saya ceritakan di atas semoga menjadi pencerahan buat yang mau titip belanjaan online ke teman-temannya. Oh! Ada satu lagi. Sebenarnya sekarang belanja di marketplace itu cukup nyaman, di pemain besar seperti Tokopedia dan Bukalapak sudah menjamin keamanan pelaggan dan transaksinya. Kalo kalian tipe yang takut dengan ketepatan fisik barang, ukuran tidak pas atau apakek, bakal bias direfund 100% dan marketplacenya pun menjamin kemudahan transaksi ini. So.. why don’t give a try shopping inline for yourself?

5 Comment

  1. Dit, aku titip belanja online dong… *disetrum*

    1. boleh kak, asal…… *asah golok*

  2. “Karena saya adalah pure innocent angel…”

    OBJECTION!!!!!

    1. kok kamu gitu sih, rejeki mu menjual ulang kamera hasil aku bantu beli nanti tidak berkah lho….. #nga

      1. Sesuk nek aku wis sugih tuku kamera meneh sing rodo larang…. tur nek aku wis ayu ben difoto iso apik (which won’t happen).

Leave a Reply